|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
[Edisi : , ]
Manajer Langit Biru Tersangka
* Buntut Pembunuhan di DM
|

Tim Labfor Poltabes Denpasar. Melakukan penyidikan di TKP. Bentrok karaoke DM menewaskan seorang anggota TNI dan 2 orang luka (foto miftahuddin halim)
|
Oleh jay
DENPASAR (WARTA BALI) - Manajer Karaoke Langit Biru Komang Wirawan resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lainnya dalam insiden Minggu (30/11) pagi berdarah di Karaoke Denpasar Moon (DM). Insiden itu menewaskan anggota Korem 163/Wirasatya Koptu I Gusti Suardika dan mencederai dua lainnya Koptu Dewa Budi dan Koptu Ketut Celagi serta salah satu security DM Oktavianus.
Kapoltabes Denpasar Kombes Pol. Drs. Komang Udayana, SH, menegaskan hal itu di sela-sela HUT ke-53 Pol. Air di Pelabuhan Laut Benoa, Senin (1/12) kemarin. Ditambahkan, ketujuh tersangka tersebut masing-masing Kajus, Komang Suryawan, Komang Ade, Gede Kembar, Alit Balon, Bales dan Endik. Temuan ini berdasarkan keterangan 14 orang saksi. Para tersangka, lanjut Kapoltabes, ada yang langsung menyerahkan diri setelah diimbau, ada yang dijemput di rumahnya masing-masing.
Sementara itu, barang bukti yang ikut diamankan adalah sebilah pedang sedangkan mobil yang dipakai saat kejadian belum diamankan. “Masih diidentifikasi,” ujar Komang Udayana. “Manajer DM Lolo beserta beberapa karyawannya juga sudah dimintai keterangan,” tambahnya.
Lanjut Kapoltabes, tidak menutup kemungkinan tersangka bertambah tergantung dari pemeriksaan lanjutan tersangka maupun saksi-saksi. “Kami kan belum tahu persis berapa jumlah mereka. Ada yang bilang sekitar 15 orang ada yang sekitar 50 orang, itu kan baru reka-reka. Kepastiannya setelah semua tersangka dan saksi diperiksa,” pungkas Komang Udayana sembari menambahkan, hanya saja polisi belum menguak motif di balik pemicu insiden berdarah itu. “Apakah persaingan bisnis atau lainnya, tunggu saja lanjutan penyidikan.”
Dari 14 orang saksi tersebut, 10 di antaranya dimintai keterangan Polsek Kota dan BAP-nya sudah diserahkan ke Poltabes, termasuk manajer DM. Kanit Reskrim Polsekta Iptu Dony Wahyudi seizin Kapolsek Kota AKP Edwan Sayful membenarkan, Polsek Kota telah memeriksa 10 orang saksi tersebut dan kesemuanya telah dilepas kembali. “Polsek hanya membantu meringankan tugas Poltabes, BAP-nya sudah diserahkan ke Poltabes,” ujar Dony Wahyudi.
Ditemukan Pedang
Korban bentrokan di Karaoke Denpasar Moon, Agus Oktavianus (28) dan Ketut Celagi (40) yang sedang menjalani rawat inap di Perjan RS Sanglah bungkam atas kejadian yang menimpanya. “Dia belum mendapat instruksi dari komandannya untuk bicara,” kata seorang kerabat Celagi di ruangan Ratna Perjan RS Sanglah, Senin (1/12) kemarin.
Dalam pantauan WARTA BALI, nampak suasana tegang di ruangan tempat Celagi menjalani rawat inap. Pria berbadan kekar itu ditunggui istri, anak dan beberapa kerabat. Perkembangan medik yang dialami Celagi sendiri mengalami kemajuan. Karenanya dua orang dari kesatuan tempat Celagi berdinas menjemput pukul 13.00 untuk dibawa ke RSAD Udayana.
Sementara korban lain, Oktavianus yang mengalami luka bacok pada tangan kiri dan kepala robek pada bagian belakang nampak lebih tenang. Okta, begitu ia biasa dipanggil, didampinggi istri yang baru enam bulan dinikahi. Sebagaimana Celagi, Okta tidak banyak bicara, tetapi lebih banyak tersenyum. Seperti Celagi, kondisi Okta pun mulai membaik. Pukul 14.00 lelaki yang bekerja sebagai satpam di Karaoke Akasaka itu dipindah dari ruangan MS ke ruangan Tunjung Perjan RS Sanglah. Baik Okta maupun Celagi mendapat ‘pengawalan’ khusus dari teman-temannya.
Sementara pada hari yang sama, seorang penjaga pasien menemukan sebilah pedang di ruangan tunggu Medical & Surgical IRD. Pedang sepanjang lengan manusia dewasa itu ditemukan dengan jarak 25 meter dari Okta dirawat. Penemu pedang itu langsung melaporkan penemuan itu ke satpam. Kepala Instalasi Keamanan Perjan RS Sanglah, Drs. IB Nyoman Beratha, segera melaporkan penemuan pedang itu ke Polsek Kota. “Kami sekarang tinggal menunggu tindak lanjutnya saja dari pihak Polsek Kota,” ujar Beratha sambil menolak memperlihatkan pedang itu kepada WARTA BALI. nor, jay
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
|