|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
[Edisi : Selasa, 30 Desember 2003]
Ancam Lantik di Lapangan
* KPU Ngedumel, Rp 1 Miliar Terlalu Kecil
|

foto: miftahuddin
|
Oleh gus
DENPASAR (WARTA BALI) - Diam-diam KPU Bali ternyata menyimpan perasaan gundah. Bukan soal penyerahan daftar calon anggota legislative parpol peserta pemilu 2004, tetapi soal uang. Lho kok? Ya. Itu terungkap ketika salah seorang anggota DPRD Bali dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Wahab, nongol di kantor KPU Bali.
‘’Gimana nih, kok kecil banget dikasi?’’ tanya anggota KPU Bali Luh Riniti, kepada Wahab, Senin (29/12) kemarin.
Fungsionaris PKB Bali itu langsung tanggap. ‘’Mestinya bersyukur dikasi, kalau tidak?’’ balik Wahab menjawab, sambil tersenyum. Entah suasana bercanda atau memang serius.
‘’Wong untuk masa perubahan APBD yang tinggal 3 bulan saja, KPU dianggarkan Rp 550 juta. Ini kok untuk satu tahun malah Rp 1 miliar,’’ tanya IGP Artha menimpali.
Abdul Wahab yang juga anggota Komisi C DPRD Bali itu hanya menggeleng. Berkali-kali Wahab didesak menjawab pertanyaan anggota KPU Bali yang kala itu terdiri dari Ketua KPU Oka Wisnumurti, Luh Riniti dan IGP Artha.
‘’Kalau begitu caranya, kita bisa saja melakukan acara ini (penyerahan daftar caleg dan verifikasi, red) seadanya, tidak maksimal,’’ ancam Artha dengan raut muka tetap tersenyum.
‘’Bisa jadi, pelantikan anggota Dewan hasil pemilu 2004, dilakukan di lapangan KPU saja, karena tak ada anggaran,’’ tegas Wisnumurti.
‘’Ya..ya, biar sekali-sekali kita pernah baris-berbaris di lapangan. Pilih saja lapangan Renon,’’ Wahab tak kalah gesit menimpali.
Dari obrolan itu, ternyata kini KPU Bali sedang berhitung, kalau dana yang dianggarkan Pemprop Bali melalui APBD 2004, ternyata sangat kecil bagi KPU. ‘’Bagaimana bisa menggelar berbagai sosialisasi, kalau hanya dapat Rp 1 Miliar untuk tahun 2004. Padahal, tahun depan puncak pelaksanaan pemilu. Lain halnya kalau di tahun 2005 dan seterusnya, boleh cuma Rp 1 Miliar,’’ kata Artha, seraya kembali membandingkan, untuk tiga bulan masa akhir tahun anggaran 2003 kemarin saja, KPU Bali mendapatkan dana Rp 550 juta.
Selain APBD, masak tidak dapat dana dari APBN? ‘’Dapat sih, cuma Rp 26 juta dalam waktu satu tahun yang digunakan sosialisasi. Bisa apa dana segitu?’’ jawabnya.
Memang, belakangan tingkat kinerja KPU makin makin meningkat. Hal itu seiring dengan makin meningkatnya aktivitas, menjelang pemilu yang kian dekat. Selesai verifikas caleg, KPU Bali akan disibukkan lagi dengan urusan persiapan kampanye.
Sesungguhnya soal duit ini, anggota KPU Bali patut pula bersyukur. Pasalnya, dalam tempo satu semester saja, ternyata gaji yang akan diterima anggota KPU akan mengalami peningkatan hingga enam kali lipat. Kalau sebelumnya rata-rata mendapatkan gaji Rp 1,5 juta sesuai juklak dari KPU Pusat, untuk tahun depan ketua KPU mendapatkann gaji Rp 8 juta dan anggotanya Rp 7 juta. ‘’Kalau dapat besar tak ngomong, kalau dapat sedikit baru ngomong,’’ ledek Abdul Wahab. gus
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
|