Koran Warta Bali - Rame-rame Selamatkan Pulau Pudut | Rabu, 17 Januari 2007
Rabu, 17 Januari 2007
Halaman Depan

Versi Text-Printer  Email Artikel Ini 
[Edisi : Rabu, 31 Desember 2003]

Rame-rame Selamatkan Pulau Pudut
Dari Aksi Seribu Pohon WARTA BALI


Team Warta Bali. Berpose bersama sebelum acara penanaman 1000 pohon bakau di Pulau Pudut. (foto: miftahuddin)

Oleh gik

TANJUNG BENOA (WARTA BALI) - Sedikitnya 200 orang dari berbagai elemen masyarakat menyerbu Pulau Pudut di Tanjung Benoa. Mereka bukan ngelencer menikmati indahnya pasir putih pulau itu, tetapi mereka datang membawa setumpuk keprihatinan. Dipimpin duet petinggi Badung, Bupati Cok Ratmadi dan Wabup Made Sumer, mereka berbaur rame-rame menyelamatkan Pudut dari ancaman abrasi.
Suasana ini tampak jelas pada acara aksi seribu pohon mangrove serangkaian Satu Tahun Harian Umum WARTA BALI, Selasa (30/12) Selain melibatkan warga setempat dan tokoh serta parajuru desa, penghijauan itu juga melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, Pengurus Parpol dan LSM. Elemen masyarakat lainnya, seperti Kuta Eksekutif Club (KEC), Pemuda Hindu, WWF, Pengurus Parpol di Tanjung Benoa serta pihak KSBA.
Acara dimulai sekitar pukul 06.30 wita dengan diawali acara seremonial yang berlangsung amat sederhana. Setelah sambutan Ketua Panpel, Nyoman Merta, acara dilanjutkan dengan penyerahan bibit mangrove dari Direktur Utama WARTA BALI, Nyoman Indrawan kepada Cok Ratmadi dan dari Pimred WARTA BALI, IGMB Dwikora Putra kepada Wabup Badung Made Sumer, sebagai tanda dimulainya kegiatan tersebut. Seketika itu, warga warga beserta komponen lainnya langsung turun menyeberang dengan berjalan laki menuju lokasi Pudut.
Dengan berbekal peralatan seadanya, satu-persatu bibit pohon bakau mulai ditanam. Berbaurnya berbagai komponen kemarin membuat Pulau yang biasanya sepi di pagi hari itu berubah menjadi ramai. Cuaca cerah dari pagi hingga siang, tentu menambah lancarnya penanaman bibit bakau. Tentu berbeda jauh saat panitia dan sejumlah warga setempat melakukan pemasangan ajir, Minggu (28/12) lalu, di mana cuaca diselimuti kabut tebal mengundang datangnya.
Kepedulian peserta yang terlibat terhadap lingkungan seakan membakar semangat mereka dalam kegiatan kemarin, sehingga tanpa terasa, satu demi satu mangrove tertanam rapi di pinggir Pulau Pddut. Sambil bersenda gurau, tanpa disadari ternyata bibit sudah habis ditanam. Bahkan beberapa warga sempat masih menunggu di dalam, karena mereka mengira bibit masih ada. Tepat pukul 08.30 wita, semua peserta sudah kembali sekaligus mengakhiri penghijauan itu.
Bendesa Adat Tanjung Benoa A.A Gede Asrama didampingi Kaling Kertha Pascima,Ir Sukada, Msi yang juga hadir dalam acara kemarin, kembali menegaskan, akibat abrasi keras sudah banyak mengikis habis pulau yang dulunya menyatu dengan daratan Tanjung Benoa sehingga luasnya diperkirakan tersisa sekitar 20 hektar.
Ditambahkan, pada tahun 1999 pulau tersebut sempat diukur untuk memastikan luasnya. Hasilnya pulau tersebut di atas lahan 4,5 hektar. Setidaknya, 20 hektar sudah lenyap diterjang abrasi. ‘’Mudah-mudahan dengan kegiatan yang diprakarsai WARTA BALI, Pulau Pudut bisa kita selamatkan dan kita lestarikan,’’ harap Asrama. Gik
Kirim Artikel ke Email
Alamat Email
Pesan Anda
CARI:

CARI DI WEB:


Tentang WARTABALI.com | Harga Iklan WARTABALI | Set Sebagai Home Page

Keyword e.g. : bali, ubud, bali hotel, etc.



© Hak Cipta 2012 wartabali.com | web oleh Bali Hotel & Bali Villa| hosting oleh abltech.com | Tanaya Bed & Breakfast | Pita Maha
Ke Atas