|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
[Edisi : Selasa, 6 Januari 2004]
Bantuan Belum Disalurkan
* Korban Gempar Serbu Posko, Minta Tenda Darurat
|

Ambruk. Tampak bekas bangunan yang roboh di hantam gempa berkekuatan 6,1 skala richter dua hari yang lalu, masih tampak berserakan (foto: joko sugianto)
|
Oleh dra
KARANGASEM (WARTA BALI) - Gempa susulan masih jadi momok menakutkan. Apalagi, Senin (5/1) kemarin, masih terjadi. Meski tak sebesar gempa susulan Minggu lalu yang berkekuatan 3,2 skala richter, kejadian itu membuat warga Karangasem makin resah.
Buktinya, setelah puluhan warga Dusun Juuk Manis, Susuan menggelar tenda darurat, Senin (5/1) kemarin, puluhan warga lainnya “menyerbu” Posko Satkorlak
Penanggulangan Bencana (PB) Karangasem di Jalan Ngurah Rai, Amlapura, Karangasem. Mereka menyatakan trauma dan minta posko memberi pinjaman terpal untuk tenda darurat.
Puluhan warga yang masing-masing diwakili kepala dusunnya berasal dari Dusun Karangsuung, Tampuagan dan Dusun Ampel, Sekuta, Karangasem. Bantuan pinjaman terpal itu diperuntukkan bagi 30 kepala keluarga di kedua dusun tersebut. Jenisnya, satu terpal pleton dan 4 terpal plastik.
Petugas Satkorlak PB dari PMI Karangasem Gede Raka menyatakan, puluhan warga itu masih cemas bakal datang gempa susulan yang lebih kuat. “Apalagi, sekarang musim
hujan. Mereka takut, keretakan rumahnya akan makan korban,” ungkapnya.
Raka mengakui, selain puluhan warga itu, masih banyak warga yang akan minta pinjaman tenda. Terutama, di kawasan dekat pegunungan seperti Dukuh Bukit Ngandang dan Banjar Glumpang, Karangasem. “Kami sudah pantau ke lokasi. Mereka secara lisan menyampaikan permohonan tersebut,” ujarnya.
Masalahnya, kata Raka, hingga kini stok terpal yang tersisa tinggal 10 lembar. “Makanya, sementara ini kami masih perlu mendeteksi permintaan itu. Jika ada
sarana umum terdekat yang bisa dimanfaatkan seperti bale banjar, kita sarankan di sana saja. Jika tidak ada fasilitas tersebut dan kebutuhannya mendesak, baru kita bantu,” ungkapnya.
Meski demikian, Raka menerangkan, dalam waktu dekat, karena permintaan cukup banyak, pihaknya bakal berkoordinasi dengan PMI Bali, minta bantuan tambahan
terpal untuk tenda darurat. “Kami masih mengusahakan lewat donasi. Rencananya, besok (hari ini-red), Ikatan Motor Besar Bali akan menyumbang 40 terpal. Mudah-mudahan benar,” harapnya.
Meski bantuan dana dan logistik korban bencana gempa deras mengalir, namun penyaluran bantuan tersebut hingga kini tetap tak jelas. Bahkan, dari data Posko Satkorlak PB jumlah penyaluran sejak hari pertama gempa, Jumat lalu hingga Senin kemarin hanya tercatat dua lokasi saja yang disalurkan bantuan. Kedua
lokasi itu yakni Dusun Tenganan Dauh Tukad berupa 1.450 kg beras dan 40 Dus Mie Instan, serta Desa Bunutan dalam bentuk 200 kg beras dan 40 stel pakaian.
Terkait masalah ini, Raka mengakui pihaknya kesulitan menyalurkan bantuan. Soalnya, sampai sekarang data-data korban gempa dari desa belum masuk ke posko. “Kami sangat tergantung data mereka. Nyatanya, sampai kini belum ada,” kelitnya. dra
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
|