|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
[Edisi : Rabu, 10 Mei 2006]
Manajer Hotel Tewas Dibunuh
* Mayatnya Ditemukan Membusuk
|

Diduga Dibunuh. Yustaf Udin ditemukan sudah membusuk di kamarnya, kemarin.
|
Oleh una
NUSA DUA - Geger kembali melanda warga Nusa Dua. Baru saja berlalu pembunuhan sadis di Jl. Terompong Gang III/6, muncul lagi kejadian serupa. Selasa (9/5) kemarin, yang dibuat geger warga di Perumahan Giri Land Pratama. Seorang warganya bernama Yustaf Udin (38) yang tinggal di Blok II/3 ditemukan tewas di kamar rumahnya.
Dugaan kuat, pria yang bekerja sebagai Manajer Front Office di Bali Hilton Hotel Nusa Dua ini menjadi korban pembunuhan. Tim Labfor Poltabes Denpasar dibantu Polsek Kuta Selatan dari petang sampai malam hari melakukan olah TKP sekaligus mengidentifikasi mayat korban yang ditemukan dalam posisi tertelungkup di kamar belakang.
Kondisi mayat telah membusuk, sehingga mengeluarkan bau menyengat sampai ke luar rumah. Mayat Yustaf sendiri telah membengkak. Sedangkan luka menganga ditemukan di punggung. Wajah korban juga hancur. Darah juga tercecer ke mana-mana sampai di ruang tamu. Tepat di depan pintu kamar ditemukan pisau berlumuran darah, meski kondisinya sudah kering. "Jadi kita menduga korban tewas dibunuh sekitar tiga hari lalu," kata Kapoltabes Denpasar AKBP Ari Dono Sukmanto yang usai olah TKP.
Musibah tragis ini baru tercium sore kemarin pukul 15.30 wita. Ini pun bukan warga yang kali pertama mengetahuinya, melainkan Astawa dan Yudhi--keduanya asisten korban. Keduanya, sore itu bertandang ke rumah majikannya. "Sudah lima hari ini Pak Yustaf tak terlihat. Hari Sabtu dan Minggu libur. Tapi mulai Senin sampai hari ini (kemarin, red) tak masuk kerja dan tanpa memberi kabar," ujar Yudi dan Astawa.
Setibanya di lokasi, keduanya masuk karena pintu gerbang terbuka. Kecurigaan baru muncul setelah pintu yang diketuk tak kunjung dibuka. Kagetnya, bau busuk sangat menyengat. Saat itulah Yudi dan Astawa melapor ke Polsek Kuta Selatan.
Kedatangan polisi ke lokasi pun mengagetkan warga perumahan. Apalagi tak lama kemudian dipasang police line. Sampai saat itu tak satu pun dari mereka tahu kalau warganya terbunuh. Sucitra misalnya. Buruh bangunan yang telah tiga hari bekerja tepat di depan rumah Yustaf mengaku tak melihat hal mencurigakan. "Baru setelah polisi datang dan pintu rumah dibuka, muncul bau busuk dan ternyata ada pembunuhan," ujarnya.
Proses penyelidikan pun berlangsung lama. Pasalnya, pintu depan rumah terkunci. Baru pukul 18.00 wita, pintu rumah dapat dibuka. Selain bau busuk, kecurigaan makin kuat setelah terlihat ceceran darah di ruang tamu. Semuanya baru terbukti setelah pintu kamar belakang dibuka dan ditemukan mayat Yustaf.
Usai olah TKP pukul 21.00 wita, jenazah korban dibawa mobil ambulans ke RS Sanglah untuk diotopsi. Kerja polisi pun beralih dengan meminta keterangan sejumlah saksi, seperti tetangga dan rekan-rekan korban yang ikut hadir di lokasi. Sampai semalam belum diketahui siapa pelaku yang menghabisi korban. Meski dalam KTP yang sempat dicatat ketua lingkungan setempat korban berstatus berkeluarga, namun diduga korban tinggal sendirian di rumah. "Untuk memastikan itu, kita masih menunggu keluarganya dari Surabaya," kata Kapolsek Kuta Selatan AKP Nyoman Dharmada.
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
|