|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
[Edisi : Rabu, 10 Mei 2006]
Seru dan Tegang, Muscab PD Buleleng
Bagiada "Bermain" Rebut Kursi Ketua DPC
|

Yang Cengengesan. Terdakwa kasus Bom Bali 2 mulai disidang di PN Denpasar, Selasa kemarin. Tampak Cholily tersenyum cengengesan. Sidang perdana kemarin tak terlalu banyak diminati pengunjung maupun korban.
|
Oleh kar
BULELENG - Muscab DPC Partai Demokrat (PD) khususnya pada agenda perebutan kursi ketua DPC diprediksikan berlangsung seru. Pasalnya, 'incumbent' Bupati Buleleng Putu Bagiada tempak 'bermain' dan diusung oleh sejumlah PAC PD dan Tiga suara DPP, DPD dan DPC Poartai Demokrat yang masing-masing memiliki satu suara. Pertarungan kian seru, ketika peserta Muscab dihadapkan pada kepentingan pelolosan calon kandidat yeng memiliki KTA Partai Triple (bukan ganda lagi) yang dimilki Putu Bagiada dan surat pemecatan Bagiada dengan tidak hormat oleh direktur BNI saat menjadi karyawan di bank setempat, sehingga mebuat perwakilan DPP PD harus ekstra hati-hati bersikap.
Acara serimonial pembukaan Muscab I DPC PD Buleleng di Grand Banyualit Lovina oleh Ketua DPD PD Bali IGB Alit Putra berjalan lancar. Upacara pembukaan Muscab yang dihadiri unsur DPP PD Pusat, Pengurus DPD PD se-Bali dan Muspida Buleleng antara lain Kapolres AKBP Syamsul Huda, Dandim 1609 Buleleng, Letkol.Inf. MJP Hutagaol dan Kajari Ketut Parwata Kusuma SH.MHum berlangsung tanpa hambatan. Suasana berubah tegang ketika, agenda Muscab memasuki rehat dan penyusunan tata tertib (tatib) Muscab yang dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pertangungjawaban oleh Ketua DPC PD Buleleng, Nyoman Suparba. Pada saat rehat, sejumlah tim sukses mulai berperan melobi PAC dengan berbagai iming-iming hingga beredarnya data Triple KTA (Golkar, PDIP, Demokrat) yang dimiliki 'incumbent' Putu Bagiada dan surat pemecatan dengan tidak hormat yang bersangkutan dari Bank BNI oleh direktur karena terindiksi melakukan korupsi."Bagi calon kandidat yang ber KTA ganda, akan diverifikasi dulu KTA-nya sebelum dicalonkan," tegas Katua DPD PD Bali Alit Putra dikonfirmasi WARTA BALI usai pembukaan Muscab."Kita tidak mungkin menerima keder yang terlibat korupsi, sesuai dengan prinsip dan azas partai. Nanti kita konfirmasikan hal itu," imbuh Ketua DPC PD Buleleng, Nyoman Suparba yang kini menjabat sebagai sekretaris jendral DPD PD Bali.
Bupati Buleleng Putu Bagiada yang disebut-sebut sebagia calon kuat Ketua DPC PD buleleng tak mau berkomentar tentang pencalonannya."No Comment, saya tidak mau kometar tentang pencalonan. Yang penting Muscabnya berjalan aman dan lancar," kata Bagiada saat dicegat WARTA BALI sebelum meninggalkan arena Muscab yang dijaga ketat dua ratus personil Polres Buleleng dibawah komando langsung Kapolres Syamsul.
Masuknya nama Putu Bagiada dalam lima deretan calon kandidat Ketua DPC PD Buleleng, atara lain Dharma Wijaya, Gede Suarsa, Budi Hartawan dan Ketut Masan membuat peta politik internal PD Buleleng belingustan dua hari terakhir. Ketakutan keder Demokrat akan terjadinya 'Tragedi PKPB Berdarah' membuat PAC merapatkan barisan menyatukan tekad untuk menyelamatkan partai. Sayang, tekad kader partai yang dibentuk Presiden Susilo bambang Yudoyono itu terbentur didinding otoritas Ketua DPD PD Bali yang sebelumnya disesalkan oleh DPC PD Denpasar dan Tabanan."Pengalaman pahit di Buleleng belum sirna dari ingatan. Kini Demokrat dihantui, ancaman tsunami dan tidak berkutik oleh otoritas yang sangat bertentangn dengan semangat Demokrat," sorot kader PD asal Buleleng timur yang enggan disebutkan jati dirinya.
Pantauan WARTA BALI di arena Muscab sampai berita ini diturunkan, tampak peserta Muscab yang sudah mendengarkan laporan pertangungjawaban ketua DPC PD Buleleng, Nyoman Suparba, sedang menggelar sidang komisi."Setelah tiga komisi bersidang, acara dilanjutkan dengan pandangan masing-masing komisi atas pertangungjawaban. Kira-kira akan berakhir tengah malam, dari pembentukan formatur, pemilihan, hingga terbentuknya pengurus DPC PD baru," ungkap stering comitte Muscab, Wayan Sukirta.
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
|