Rabu, 17 Januari 2007
Halaman Depan : UTAMA

Versi Text-Printer  Email Artikel Ini 
[Edisi : Selasa, 16 Mei 2006]

Cholily Cs Minta Sidang di Jawa


M. Cholily


m cholily

_____Berita Yang Lain_____
  • Mega: Kembalikan Rapelan!
  • Hanya Modal Tekad
  • Rayakan Siwalatri Dengan Abhiseka Linggam
  • Tabrakan Beruntun, Dua Tewas di Tempat
Oleh suharnanto

DENPASAR - Empat Majelis Hakim PN Denpasar-- masing-masing diketuai Arif Supratman, SH, Wayan Rena Wardana, SH, Nyoman Gede Wirya, SH dan IGN Astawa, SH-- Selasa (16/5) kemarin, melanjutkan sidang 4 orang kaki tangan Noordin M.Top.
Sidang dengan agenda penyampaian nota keberatan (eksepsi) tim penasihat hukum terdakwa itu digelar secara bersamaan di ruang terpisah. Yang menarik, keempat terdakwa menolak diadili di PN Denpasar. Alasannya, tempat kejadian (locus delicti) bukan di wilayah hukum PN Denpasar, melainkan di tanah Jawa.
I Ketut Renata, SH dkk, pembela Abdul Azis alias Ja’far mengatakan, yang mengadili terdakwa seharusnya PN Pekalongan, Jateng. Dalilnya, guru komputer SMA Al Irsyad Pekalongan itu ditangkap di Pekalongan, yang sudah jelas bukan wilayah hukum PN Denpasar. Demikian juga dengan saksi-saksi yang sebagian besar berada di wilayah yang sama dengan terdakwa. “Demi kewibawaan PN Denpasar, majelis hakim harus menolak dakwaan jaksa,” tegas tim pembela Azis.
Terdakwa Anif Solchanudin dan Dwi Widiarto meminta disidang di PN Semarang, sedangkan M. Cholily berharap disidang di PN Solo, Surabaya, Semarang dan Malang. Menariknya, alumnus Universitas Negeri Malang itu menyertakan surat pribadi dalam eksepsi yang disampaikan pembelanya, Mujito Rahman, SH dkk. Dalam suratnya, anggota Jamaah Islamiyah (JI) wilayah Jatim itu bertutur tentang kisahnya selama berada dalam kekuasaan polisi. Selama tujuh hari penuh teror. Itu terjadi sebelum dibawa ke Bali. Setiap hari Cholily mengaku disiksa secara fisik. Ditempeleng, ditendang, ulu hati dipukul, mata kaki dipukul pakai gagang pistol, tidak boleh sholat, dagu disulut korek api, leher diikat dan bahkan mau distrum. “Saya juga diancam mau disodomi,” katanya.
Bukan itu saja, namanya rantai tidak pernah lepas dari kedua kaki dan tangannya, meski mau ke kamar mandi. Pernah juga moncong pistol dimasukkan ke dalam mulut sambil dibentak akan ditembak. “Alhamdulillah, perlakuan tidak manusiawi itu tidak terjadi di sini, di Bali saya diperlakukan dengan baik,” akunya.
Saking kerasnya siksaan yang dilakukan petugas, Cholily terpaksa mengaku Dr. Azahari pernah berkata “Alhamdulillah proyek kita berhasil” pada 1 Oktober 2005, tepat terjadinya peledakan di Kuta dan Jimbaran. Padahal, yang terjadi sebenarnya, pernyataan itu tidak pernah ada. Oleh karenanya, Cholily menyatakan mencabut keterangan yang dimasukkan dalam BAP di polisi itu. Keterangan lain yang dicabut adalah mengenai pengakuannya bahwa yang dimaksud dengan ‘kotak kosmetik mamiku’ titipan Dr. Azahari untuk Noordin M. Top itu bom.
Sementara itu, suasana sidang perkara ini sama seperti minggu lalu. Kursi pengunjung sidang nyaris kosong. Hanya petugas keamanan dan awak pers yang mendudukinya. Pengamanan pun demikian, lebih santai dibandingkan dengan sebelumnya. Blokade petugas Densus 88/Anti Teror ditambah anggota Brimob Polda Bali lebih longgar. Bahkan, beberapa terdakwa sempat dipajang sesaat guna memuaskan juru foto mengambil gambar. har


Anif Ditangisi Orangtuanya

DENPASAR - Anif Solchanudin, Selasa (16/5) kemarin, pantas berbahagia. Kedua orangtuanya, Suyadi (55) dan Suharyati (50), turut mendampingi di ruang sidang. Ini merupakan pertemuan pertama sejak Anif ditangkap polisi Rabu, 9 November 2005, di Jl. Genuk, dekat Terminal Tirboyo, Semarang.
Selama sidang berlangsung, ibu Anif tidak kuasa menahan air mata. Di balik kerudung biru, ibu 8 anak itu terus mengusap air matanya. Sementara, saudara perempuan Anif yang duduk di sampingnya berusaha menenangkan.
Rupanya, pemandangan ini cukup menarik perhatian majelis hakim yang diketuai Arif Supratman, SH. Setelah sidang berakhir, Arif memberi kesempatan kepada Anif bersalaman dengan kedua orangtuanya. “Sabar yo bu,” ucap Anif sambil memeluk ibunya. Cukup lama adegan temu kangen itu berlangsung. Petugas Kejaksaan maupun polisi yang berjaga di dalam ruangan ikut larut. Mereka sengaja membiarkan ibu dan anak itu berangkulan. Ayah Anif, yang semula tabah, akhirnya menitikkan air mata saat memegang tangan anaknya. Dia berusaha mengiringi langkah Anif menuju mobil tahanan yang akan membawanya ke tahanan Polda Bali.
Ketika dikejar WARTA BALI, ayah Anif yang berprofesi sebagai mandor bangunan itu berujar kalau anaknya tidak tahu apa-apa. “Dia (Anif) itu hanya dititipi Subur (berkas terpisah),” ujarnya. Sepengatahuannya, anak paling bungsunya itu tidak pernah ikut atau terlibat dalam jaringan teroris. Jangankan terlibat, ikut kegiatan yang berbau kekerasan saja tidak pernah. Sebelum ditangkap, Anif membuka toko/konter ponsel tak jauh dari rumahnya, Jl. Pamularsih Semarang.
Ia pernah meninggalkan tempat kelahirannya ke Jakarta. Di ibukota, Anif bekerja di bengkel pamannya. Karenanya, berita dari polisi bahwa anaknya ditangkap karena terlibat teroris langsung membuatnya terkejut. “Ibuke stres mas, langsung shock,” akunya dalam bahasa Jawa logat Semarang yang kental.
Kini dia berharap ada keadilan terhadap anaknya. Meminta hakim yang mengadili perkara ini bisa menjatuhkan putusan seadil-adilnya. Sebab, Anif diakui memang tidak tahu soal kejadian bom di Bali. Dalam kesempatan ini, Suyadi tidak lupa membawakan pakaian, dan beberapa oleh-oleh untuk anaknya dan Wiwid. Maklum, selama berada dalam tahanan, baru kali ini mendapat kesempatan bertemu. Tidak lupa, diajuga sampaikan ucapan terima kasih terhadap Daniar Trisasongko, SH dkk selaku penasihat hukum anaknya. Atas bantuannya, bisa melihat anaknya secara langsung. har
Kirim Artikel ke Email
Alamat Email
Pesan Anda
CARI:

CARI DI WEB:


Tentang WARTABALI.com | Harga Iklan WARTABALI | Set Sebagai Home Page

Keyword e.g. : bali, ubud, bali hotel, etc.



Baliwww.com | Association of the Indonesia Tours and Travel | Bali Indonesia Broadband Internet Services Provider | Access Bali Export Network | Agung Raka Bungalows | Alila Hotels and Resorts | Adi Cottages | Alam Indah Hotel | Alam Jiwa | Alam Resorts (Kulkul Kotok, Kulkul Bali, Kulkul Komodo) | Ananda Cottages | Aneka Beach Hotel Kuta | Aston Bali Resort & Spa | Ayodya Resort Bali | Aniniraka Resort & Spa | Artini Cottages | Aditya Lovina Beach | Alam Puri Resort & Art Museum Bali | All Seasons Legian | Asia Pacific Hotels | Bali Hotel Bali Villa Bali Accommodation | Access Bali Web Directory | Bali Island Information Culture Travel | Como Shambhala Formerly Begawan Giri Estate | Besakih Beach Resort | Bali Echo Visitor Guide | Bakungsari Cottage | Bali Agung Village | Bali Coconut Hotel | Bali Coconut | Bali Garden Hotel | Ayodya Resort Bali | Bali Rani Hotel | Bali Spirit Hotel & Spa | Bali Summer Hotel | The Kalaspa Health Retreat Bali | Bali Taman Beach Resort | Bumas Hotel | Bali Handara Kosaido Golf & Country Club | Bali Holiday Resort | Bali Sunrise Villa | Bali Domain Auctions | Bumi Ayu Bungalows | Balisani Hotel | Bali Village | Barong Resort and Spa Ubud | Baruna Beach Cottages | Bali Warma Hotel | Villa Blanca | Champlung Sari Hotel | Candi Beach Cottage | Conrad Bali Resort & Spa | Alila Ubud ( The Chedi Ubud Hotel ) | Damai Lovina Villas | Desamuda Village | Dewi Sri Bungalows Budget Hotel | Dhyana Pura Hotel | The Dreamland Villas and Spa | Fibra Inn Bungalow | Four Seasons Resort Ubud & Jimbaran | Gazebo Beach Cottages | Access Bali Hotels :: Hotelwww.net | Indah Beach Hotel | Grand Istana Rama | Discovery Kartika Plaza Kuta | Kamandalu Resort & Spa | Arma Resort ( Kokokan Hotel ) | Kori Ubud Resort & Spa | Kupu Kupu Barong Ubud | Hotel Kesumasari | Kumara Sakti Cottages | La Taverna Bali Hotel | La Walon Bungalow | Lakeview Hotel & Restaurant | Lumbung Bali Cottages | Melia Bali | Mercure Kuta | Lovina Beach Resort | Maharani Hotel | Mandala Desa | Matahari Beach Resort & Spa | Matahari Bungalow | Maya Ubud Resort & Spa | Mercure Resort Sanur | Mimpi Resort | Manis Villa | Villa Mahapala Sanur | Melia Bali Hotel | Masa Inn |Ni Rampe Village | Natura Resort & Spa | Nirmala Hotel | Bali Niksoma Beach Resort & Spa | Pande Permai Bungalows | Puri Saraswati Bungalows | Hotel Puri Bambu | Pita Maha Resort & Spa | Pondok Sari Beach Bungalow | Prima Cottages Sanur | Pringga Juwita | Puri Benoa Suite Bungalows | Hotel Puri Cendana | Puri Kelap! a Garden Cottages | Puri Ratih | Puri Wulandari Resort & Spa | Putri Bali Villa | Puri Raja Hotel | Hotel Puri Tanjung Benoa | Parigata Resort & Spa | Puri Bagus Villa Resort | Rosani Hotel | Sofitel Hotels & Resorts | Santika Beach Hotel | The Sari Beach Hotel | Segara Village Hotel | Siti Bungalows | Sunari Villa And Spa Resort ( Sol Lovina ) | Suji Bungalow | Swastika Bungalows | Santhi Hotel | Sari Segara Resort Villa & Spa | Sepir Private Villa and Spa | Sinar Bali Hotel | Lorin Saba Bai Bali Resort | Starling Kencana Tours & Travel | Gawana Novus Resort and Spa | Taman Bebek Villas | Taman Rosani | The Dusun Villa | Puri Bagus Jati Ubud Bali Health & Well Being Retreat | d'Boutiqque Payogan | The Royal Pita Maha | Alila Manggis ( The Serai ) | The Kalaspa Health Retreat | The Bali Bliss Villa | Tjampuhan Hotel | Tugu Bali Hotel & Villa | The Chedi Club at Tanah Gajah | Tanah Merah Resort | Tandjung Sari Hotel | Tegal Sari | Uma Ubud |
The Ubud Village Hotel & Resort | Ulun Ubud Resort & Spa | Ulun Uma Villa | Access Bali Villas :: villas-bali.com | Villa Ahn | Villa Baja | Kind Villa Bintang | Villa Ganesha | Villa Hanani | Kusuma Sari Villa & Spa | Waka di Ume | Waka Gangga Resort | Waka Maya Sanur | Waka Namya ( Waka Padma ) | Waka Nusa Resort | Waka Shorea | Barong Spa And Resort Ubud Bali | Waka Namya ( Waka Padma ) | Warta Bali News Newspaper | The Yulia Inns Kuta & Ubud

© Hak Cipta 2008 wartabali.com | web oleh baliwww.com | hosting oleh abltech.com
Ke Atas