Koran Warta Bali - Naga Melayang, Bayu Suta Terkapar | Rabu, 17 Januari 2007
Rabu, 17 Januari 2007
Halaman Depan : UTAMA

Versi Text-Printer  Email Artikel Ini 
[Edisi : Minggu, 23 Juli 2006]

Naga Melayang, Bayu Suta Terkapar




_____Berita Yang Lain_____
  • Mega: Kembalikan Rapelan!
  • Hanya Modal Tekad
  • Rayakan Siwalatri Dengan Abhiseka Linggam
  • Tabrakan Beruntun, Dua Tewas di Tempat
Oleh arnyana

DENPASAR - Memasuki hari terakhir pelaksanaan Bali Kite Festival (Lomba Layang-Layang), Minggu (23/7) kemarin, sebanyak 320 layangan terdiri 73 layangan pecukan, 164 layangan bebean, 28 layangan janggan, dan 21 layangan kreasi, kemarin beradu kreasi dan ketangguhan mengangkasa.
Layangan jenis naga alias janggan melayang di udara sambil meliuk-liukkan ekornya.
Dalam jenis layangan kreasi, khususnya layangan janggan, sekaa layangan asal Br. Tangsub, Celuk, Gianyar ingin mengulang kembali meraih suksesnya dalam meraih juara pertama beberapa tahun lalu. Mereka juga ingin ikut tampil dalam lomba layang-layang di Tanah Lot, 11-15 Agustus mendatang.
Menurut ketua sekeha layangan sekaligus Ketua Karang Taruna Br, Tangsub, Agus Surya, pihaknya mengirim dua jenis layangan janggan dengan nomor lambung 71, dengan panjang ekor sekitar 115 meter. Sedangkan layangan bebean dengan nomor lambung 97.Keduanya mampu naik dengan sempurna, demikian juga saat diturunkan dengan sempurna. “Satu layangan janggan bisa menghabiskan dana sekitar Rp 15 – 20-an juta,” kata Agus menargetkan minimal masuk 10 besar.
Dikatakannya, yang membuat biaya tinggi adalah nilai kain dan 'tapel' kepala layangan harganya cukup mahal. Kendati memiliki ekor yang cukup panjang, layangan ini dapat bertahan hingga waktu yang ditentukan tim juri. Disamping bentuk layangan, kombinasi warna juga sangat menentukan penilaian dan suara ‘guwangan’.
Sementara itu layangan jenis pecukan dari Sekaa Layangan Bayu Suta, Br. Tegal Buah Padangsambian Kelod, cukup bagus, termasuk kombonasi warna yang ditampilkannya. Satu-satunya layangan pecukan menampilkan gambar orang bertato. Ketika layangan pecukan ini melayang di udara, pembuat layangan Wayan Rudia mengaku sangat puas melihat hasil karyanyamengudara. “Saya bangga dengan hasil karya saya, ketika nomor lambung layangan disebut sebut tim juri. Namun sayang, ketika memasuki injuri time, layangan pecukan ketika usai ‘ngelijig’ tali layangan kendor dan layangan pecukan Bayu Suta langsung terkapar,” katanya kecewa.
Sementara salah seorang panitia layangan hingga sore kemarin belum bisa menentukan pengumuman pemenang, namun yang pasti peserta yang bisa masuk 10 besar akan bisa mengikuti lomba di Tanah Lot, Agustus mendatang. arn
Kirim Artikel ke Email
Alamat Email
Pesan Anda
CARI:

CARI DI WEB:


Tentang WARTABALI.com | Harga Iklan WARTABALI | Set Sebagai Home Page

Keyword e.g. : bali, ubud, bali hotel, etc.



© Hak Cipta 2012 wartabali.com | web oleh Bali Hotel & Bali Villa| hosting oleh abltech.com | Tanaya Bed & Breakfast | Pita Maha
Ke Atas