Warning: session_start() [function.session-start]: Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/wartabal/public_html/index:118) in /home/wartabal/public_html/parameter.inc on line 3
Koran Warta Bali - Rayakan Siwalatri Dengan Abhiseka Linggam | Rabu, 17 Januari 2007
Rabu, 17 Januari 2007
Halaman Depan : UTAMA

Versi Text-Printer  Email Artikel Ini 
Rayakan Siwalatri Dengan Abhiseka Linggam

_____Berita Yang Lain_____
  • Mega: Kembalikan Rapelan!
  • Hanya Modal Tekad
  • Tabrakan Beruntun, Dua Tewas di Tempat
Oleh aryanta

Perayaan Siwalatri oleh umat Hindu di isi dengan berbagai kegiatan. Seperti dilakukan Ashram Gandhipuri Sevagram Desa Paksebali, Dawan, Klungkung, Rabu (17/1) kemarin. Bahkan, ritual keagamaan ini juga diikuti penyanyi cantik Tri Utami.

ANAK-ANAK ashram di bawah asuhan BR Indra Udayana ini sebelum melaksanakan doa bersama siang kemarin, mereka melakukan Abhiseka Linggam. Kegiatan ini (Abhiseka
Linggam) merupakan ritual suci untuk memuliakan Dewa Siwa dalam wujud lingga yoni ketika menciptakan alam semesta. Kegiatan dimulai pukul 09.00 wita sampai
13.00 wita yang diikuti sekitar 400 peserta siswa TK dan SD, termasuk penyanyi tenar Tri Utami. Kegiatan dipimpin Ida Pedanda Istri Raka dari Geria Kediri Karang, Paksebali.
Di mata BR Indra Udayana, ritual Abhiseka Linggam mempunyai makna untuk menyatukan kekuatan dari purusha dan prakerti yang merupakan aspek ardhenareswari dari tuhan. Lingga Yoni sendiri merupakan simbul kesuburan dalam proses penciptaan. Linggam menurut BR Indra Udayana diartikan sebagai
linggih. Yang artinya sebagai tempat duduk. Pada zaman dahulu, lingga adalah sebuah bangunan yang difungsikan sebagai pelinggih pemujaan Dewa Siwa. Namun setelah pergantian dinasti, lingga sebagai obyek pemujaan Bhatara Siwa mulai berkurang. Mereka mulai memuja patung/murti dari dewa. Cara ini kerap disebut murti puja.
Kaitan dengan Siwalatri, pemujaan dewa linggam demikian BR Indra Udayana, muncul dari cerita Lubdhaka. Karya Empu Tanekung ini menceritakan Lubdhaka sebagai seorang pemburu melakukan himsa karma (perbuatan membunuh). Bertepatan dengan malam Tilem Kepitu, perburuan Lubdhaka hingga larut malam tanpa hasil. Menyiasati gangguan binatang buas, diceritakan untuk menghilangkan kantuk, Lubdhaka naik pohon Bila. Di atas pohon dia memetik daun. Tanpa disadari daun
bila berjumlah 108 helai itu jatuh di atas lingga dari Dewa Siwa. Jumlah 108 itu merupakan angka keramat bagi umat Hindu. Sampai diceritakan Lubdhaka bertemu dengan Dewa Siwa. Oleh Dewa Siwa dosa-dosa Lubdhaka diberi pengampunan. Cerita Lubdhaka ini sampai sekarang menjadi inspirasi umat Hindu dalam melaksanakan
perayaan Siwalatri sekaligus untuk melakukan serada dan bhkati kepada tuhan.
Sebagai wujud kepedulian umat pada suatu hubungan harmonis antara manusia dan
lingkungannya, yang bermuara pada penerapan ajaran Tri Hita Karana, peserta Abhiseka Linggam juga melaksanakan penanaman pohon. Kegiatan juga di isi dengan dharma wecana, disajikan Jero Mangku Drs Made Mulia. (Arianta)
Kirim Artikel ke Email
Alamat Email
Pesan Anda
CARI:

CARI DI WEB:


Tentang WARTABALI.com | Harga Iklan WARTABALI | Set Sebagai Home Page

Keyword e.g. : bali, ubud, bali hotel, etc.



© Hak Cipta 2010 wartabali.com | web oleh Bali Hotel & Bali Villa| hosting oleh abltech.com | Tanaya Bed & Breakfast | Pita Maha
Ke Atas