Koran Warta Bali - Perayaan Imlek, Ingin Berbagi Kebahagiaan | Rabu, 17 Januari 2007
Rabu, 17 Januari 2007
Halaman Depan : UTAMA

Versi Text-Printer  Email Artikel Ini 
[Edisi : Jumat, 23 Januari 2004]

Perayaan Imlek, Ingin Berbagi Kebahagiaan


Sembahyang. Seorang wanita Tionghoa menyalakan lilin saat sembahyang menyambut Imlek di Kongco Tridharma Dwipayana Tanah Kilap, Kuta, Kamis (22/1) malam kemarin.

_____Berita Yang Lain_____
  • Mega: Kembalikan Rapelan!
  • Hanya Modal Tekad
  • Rayakan Siwalatri Dengan Abhiseka Linggam
  • Tabrakan Beruntun, Dua Tewas di Tempat
Oleh mus

DENPASAR (WARTA BALI) - Untuk tahun ini, ada kebahagian bagi para warga Tionghoa, karena bisa merayakan tahun baru Imlek 2555 secara terbuka. Imlek juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Rasa syukur ini disampaikan Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bali, Budi Argawa, SH, MBA, Kamis (22/1) malam kemarin dalam peringatan puncak tahun baru Imlek 2555 di Gedung Ksirarnawa Art Centre, Denpasar. Ia berharap di tahun monyet ini pariwisata Bali dapat bangkit kembali. Begitupun soal Pemilu, sebagai agenda nasional harus disukseskan semua komponen bangsa tanpa melihat perbedaan yang ada.
Pelaksanaan peringatan kemarin cukup meriah, dengan 700 undangan, dan semua kursi terisi penuh. Dua patung naga di depan panggung merupakan simbol kekuatan, kedamaian dan kemakmuran. Anak-anak dari AMI Kids membawakan lagu-lagu Mandarin, dan berbagai tarian menarik. Juga diisi hiburan bondres dari Ayu Maenah dan kawan-kawan.
Turut hadir mantan Wagub Alit Putra, Kadiparda Bali Gde Pitana, Danrem 163 Wirasatya Kol. IGP Buana, maupun Nyonya Gubernur Bali Nyonya Mas Beratha.
Sementara, menurut ketua panitia Dra Ani Fanawati, peringatan Imlek merupakan ajang berbagi kebahagian, tidak terbatas bagi etnis Tionghoa saja. Ia berharap etnis Tionghoa lebih meningkatkan kepedulian untuk berbaur dengan komponen masyarakat yang lain. Hal ini dibuktikannya dalam perayaan Imlek tahun ini turut melibatkan 200 orang anak panti asuhan se-Kota Denpasar dari berbagai etnis berbeda. Diharapkan, perayaan Imlek dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, sesuai tema yang diusung tahun ini.
Malam sebelumnya, perayaan detik-detik datangnya tahun baru, juga digelar di sejumlah konco. Seperti terjadi di Konco Tri Dharma Dwipayana, Tanah Kilap, Pemogan, Kuta. Tepat pukul 00.00, pemimpin Konco Ida Bagus Adnyana (Atu Mangku) menggelar doa bersama yang diikuti puluhan etnis Tionghoa. Di konco ini memang ada tiga kepercayaan yakni Dewa Hindu, Dewa Budha dan Dewa Tao. mus
Kirim Artikel ke Email
Alamat Email
Pesan Anda
CARI:

CARI DI WEB:


Tentang WARTABALI.com | Harga Iklan WARTABALI | Set Sebagai Home Page

Keyword e.g. : bali, ubud, bali hotel, etc.



© Hak Cipta 2012 wartabali.com | web oleh Bali Hotel & Bali Villa| hosting oleh abltech.com | Tanaya Bed & Breakfast | Pita Maha
Ke Atas