|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
[Edisi : , ]
Perseden Hanya Menang Tipis
Unggul 1-0 atas Pra-PON
|

Tampil Gemilang. Tim Pra-PON Bali (kiri) nyaris menguasai pertandingan di babak awal meski tanpa didukung pemain bintangnya. (foto: joko sugianto)
|
Oleh k3
DENPASAR (WARTA BALI) - Tim Perseden yang kini sedang melakukan seleksi ternyata hanya menang tipis 1-0 atas tim Pra-PON Bali lewat gol tunggal yang dihasilkan Eko Ribowo di babak pertama. Selebihnya, anak-anak asuhan Pelatih Solekan dibuat mandul di babak pertama dalam uji coba di lapangan Kompyang Sujana, Rabu (3/12) kemarin.
Kemenangan tipis ini kontan saja membuat Solekan kecewa. Mantan pelatih Persema itu bahkan menilai semua pemain belum sesuai dengan harapannya. Tetapi dia yakin sebagian bisa dipoles sesuai dengan keinginan pelatih. “Kami terus pantau dalam sisa tenggang waktu yang ditetapkan, khususnya pemain yang tidak dicoret,’’ imbuh Solekan.
Lain halnya yang disampaikan assisten pelatih Edward Tjong, dari hasil pemantauan perdana uji coba plus seleksi itu, terdapat 10 pemain yang tidak layak pakai dan harus secepatnya cabut meninggalkan Perseden. Namun dia enggan menyebutkan nama-nama pemain tersebut. “Sudahlah besok kami beritahu nama-nama pemain yang dicoret,” kilah Edward .
Sebaliknya, kekalahan 0-1 dari Perseden bagi tim Pra-PON Bali merupakan pelajaran berharga bagi duet Pelatih Farid Sanad dan Wirka itu. Meski kalah, penampilan Kadek sanjaya dkk. Setidaknya dapat acungan jempol, terutama dari fisik mereka banyak mengalami kemajuan,
Asisten Manajer Tim Pra-PON Bali, Anak Agung Alit Wiartha mengakui fisik Dharma Putra dkk, luar biasa. Mereka bermain stabil sepanjang 2 X 45 menit, di samping itu memang Pra-PON kekurangan pemain pengganti. “Tim Pra-PON sekarang ini minim pemain, Sarbini dan Ali Usman yang dijanjikan Persegi untuk bergabung dengan pemain Pra-PON juga tidak datang. Mungkin terjadi benturan latihan, atau memang belum nyambung komunikasinya,” ujar Alit Wiartha yang akrab dipanggil Gung Guntur.
Di samping itu trio polisi yang diharapkan bisa bergabung dengan tim Pra-PON hingga kemarin juga tidak bisa mengikuti latihan. Mengatasi persoalan ini, tim ofisial akan kembali melakukan pendekatan dengan Persegi Gianyar. Sedangkan bagi trio polisi, Ketua Umum Pengda PSSI Bali, Drs. Made Sumer akan kembali melayangkan surat ke Polda Bali. “Kami berharap pendekatan yang dilakukan Ketua Umum PSSI ke Polda Bali, bisa segera merampungkan permasalahan krisis pemain Pra-PON,” harap Gung Guntur, yang juga berharap keiklasan semua komponen yang terlibat untuk ikut menyukseskan kiprah tim sepak bola Pra-PON Bali.
Sementara itu, pelatih Pra-PON Farid Sanad dan Wayan Wirka sama-sama mengakui, anak asuhnya mulai terlihat peningkatan fisik dan berani duel. Hanya krisis pemain ini yang menyebabkan tidak leluasa mengatur ritme, karena seluruh pemain tampil total menghadapi Perseden. “Kehadiran pemain Persegi Ali Usman dan Sarbini serta trio polisi Brahmasta, Adi Wirahadi (Binter) dan Jumada sangat berarti mendongkrak kekuatan tim Pra-PON,” tutur Farid Sanad, yang dibenarkan rekan seprofesinya Wayan Wirka. k3
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
|