|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
[Edisi : , ]
Minta Sediakan Rp 3 Miliar
Kursus Bahasa Mandarin Diancam Bom
|

Ancaman Bom dari SMS- Tim Gegana Polda Bali melakukan penyisiran di kantor Bina Tunas Denpasar kemarin. (foto: miftahuddin)
|
Oleh nor
DENPASAR (WARTA BALI) - Entah karena persaingan bisnis, dendam lama atau perbuatan iseng, warga Banjar Kerta Buana Kaja terutama yang berdekatan dengan tempat kursus bahasa asing ‘Bina Tunas’ di Jalan Suli 85 Denpasar sempat geger di siang bolong. Satu regu patroli dari Polsekta dipimpin Kanit Reskrim Iptu Dony Wahyudi langsung meluncur ke TKP berikut seekor anjing pelacak. Satu jam kemudian barulah tiba tim jihandak dengan mobil nopol XI 5-1605 berkekuatan lima personel di bawah komando Ipda Rizal Agus dan langsung menyisir lokasi dengan peralatan pendeteksi bom juga anjing pelacak. Namun, setelah menyisir semua lokasi maupun halaman rumah milik Wayan Nika Putrawan, tidak ditemukan bom maupun benda-benda yang mencurigakan.
Pemilik lembaga kursus bahasa Mandarin, Inggris dan Jepang, Putu Eka Juliana Jaya yang biasa disapa Wawa Lin Oyagi yang melaporkan kejadian tersebut ke polisi menjelaskan, teror berupa ancaman bom tersebut diterima melalui SMS (short massage system), Jumat (5/12) sekitar pukul 08.22 wita yang berbunyi ‘’ Pagi Wawa, siang nanti pukul 12.07 wita, kantor Anda akan kami ledakan. Selamat menikmati permainan kami yang pertama dan kado yang paling berkesan buat kenangan sepanjang hidup Anda, Yayasan Bina Tunas atau office. Masih ada waktu untuk minta tolong kepada polisi atau gegana. Selamat menyaksikan!’ Namun, sebelumnya lanjut Wawa, ayah kandungnya (Agus Cepu, 69) terlebih dahulu mendapat teror via telepon ke kantornya. “Sekitar pukul 11.00 wita, saya ditelepon anak kamu nggak boleh ke mana-mana mulai mulai 2-8 Desember 2003. Langsung ditutup sebelum saya tanya alasannya,” jelas Agus Cepu yang datang juga ke TKP.
Lebih jauh Wawa menjelaskan sebelumnya, Selasa (2/12) malam dirinya mendapat SMS yang isinya ‘’Kalau dilanjutin, sekolah kamu akan dibom.’’ Setelah itu, Kamis (4/12) pukul 11.47 wita, kembali Wawa mendapat SMS ‘Hubungi saya, segera siapkan 3 M, segera 2 x 24 jam, kalau tidak tempat Anda akan dibom.’
Wawa sendiri mengaku selama ini tidak mempunyai musuh atau bertikai dengan orang lain,” saya sendiri heran, kok saya diteror padahal selama ini saya merasa tidak mempunyai musuh,” ungkap Wawa. Sementara itu Kanit Reskrim Polsekta Iptu Dony Wahyudi seizin Kapolsekta AKP Edwan Sayful mengaku sampai saat ini polisi masih menyelidiki motif di balik aksi teror tersebut. Hanya saja polisi bakal kesulitan melacak pelaku, pasalnya nomor HP pelaku tidak tertera terrecord di HP.
Persaingan Bisnis?
“Setelah saya menyimak semua isi SMS maupun perkembangan lembaga pendidikan ini, secara pribadi saya menarik kesimpulan kemungkinan karena persaingan bisnis, apalagi minta disediakan uang segala,’ ujar seorang anggota polisi saat di TKP. Bisa jadi dugaan tersebut benar. Mengapa? Dewasa ini kursus bahasa Mandarin memang paling banyak diminati di tengah meningkatnya permintaan akan tenaga-tenaga yang bisa berbahasa Mandarin. Sementara selama tiga tahun berjalan lembaga tersebut telah meluluskan 4.729 siswa. Sementara saat ini siswa kursus sebanyak 425 orang, 125 adalah peserta kursus di tempat tersebut dan sisanya tersebar di sekolah-sekolah negeri dari tingkat SMU ke bawah.”Kami memang bekerja dengan lembaga formal seperti SMU 1 dan lainnya,” ungkap Wawa. Analisa sementara ini juga diamini salah satu staf kantornya.”Setahu saya, ibu tidak mempunyai musuh, mungkin perbuatan orang iseng atau pesaing lainnya,” nilai karyawati yang mengaku sudah tiga tahun bekerja di tempat tersebut. nor
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
|