|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
[Edisi : Jumat, 20 Februari 2004]
Lonceng Perdamaian Tiba di Bali
|

Pukul Lonceng Perdamaian. Gubernur Bali Dewa Made Beratha sedang memukul lonceng perdamaian di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon kemarin (19/2). (foto: alit kumara)
|
Oleh erv
SEBUAH lonceng kecil berwarna emas, menjadi pusat perhatian sejak sore hingga malam, Kamis (19/2) kemarin. Sejak tiba di Bandara Ngurah Rai siang harinya, lonceng itu langsung menarik perhatian. Dikalungi hiasan bunga, kemudian diarak menuju depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon.
Lonceng itu memang bukan lonceng biasa karena tengah menjalankan misi keliling Asia Pasifik. Centennial Bell, demikian anggota Club Rotary menyebut lonceng itu. Lonceng itu diyakini sebagai lonceng perdamaian seabad pengabdian Rotary terhadap kemanusiaan.
Selain lonceng tersebut, ada 4 lonceng lainnya yang tersebar di 4 benua lain. Untuk menyambut seabad Rotary Club, kelima lonceng tengah diarak keliling wilayah di masing-masing benua. Dalam akhir perjalanannya -pertengahan tahun- kelima lonceng dari 5 benua itu akan dibunyikan secara bersama-sama di Illinois Chicago.
Di setiap tempat yang dihampiri, lonceng itu akan dibunyikan oleh pejabat setempat. Pemukulan lonceng kemarin, dilakukan oleh Gubernur Bali Dewa Beratha didampingi Ketua DPRD Bali IBP Wesnawa. Selain pemukulan lonceng, upacara kirab Centennial Bell diwarnai bhakti sosial berupa pemeriksaan katarak, pap smear dan donor darah, yang diikuti oleh kalangan PNS di lingkungan Pemerintah Propinsi Bali dan masyarakat umum.
Usai upacara kirab, lonceng perdamaian itu dilepas menuju Hotel Sanur Paradise Plaza di Sanur. Hal itu berkaitan dengan dilanjutkan acara perayaan di hotel tersebut. Selain acara ramah tamah dan berbagai seremoni lainnya, acara malam harinya dilanjutkan dengan penyerahan lonceng kepada pengurus Rotary Club distrik 3310 yang melingkupi wilayah Brunei Darussalam, Singapura dan Malaysia. erv
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
|