|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
[Edisi : Rabu, 10 Maret 2004]
Pendukung Gapura Digebuki
* Di Balik Aksi Demo Gapura vs EMP
|

Insiden. Aksi demo dua kelompok -Gapura dan Eksponen Masyarakat Gianyar- dengan kepentingan berbeda, diwarnai insiden pemukulan. (foto: sucipta)
|
Oleh cip
GIANYAR (WARTA BALI)- Aksi demo yang berlangsung Selasa (9/3) kemarin di Gianyar, sempat diwarnai insiden kecil. Itu berawal sekitar pukul 13.27 wita, lima orang warga yang diketahui sebagai massa pendukung Gapura (Gerakan Anti Dana Purnabhakti) tiba-tiba datang dari arah barat mengendarai sepeda motor berkecepatan tinggi. Apa selanjutnya terjadi?
Kelima orang itu menerobos ke kumpulan massa Eksponen Masyarakat Gianyar (EMP) yang melakukan aksi demo. Tak pelak, hal ini membuat massa beringas dan langsung mendekati kelima orang tersebut yang belakangan diketahui bernama Batu, Balok, Nyingnying, Wida dan Adi.
Kunci sepeda motor yang dikendarai langsung dicabuti serta tubuh mereka pun tak luput dari pukulan massa yang sudah tersulut emosi. Untungnya, aparat Polres Gianyar yang berjaga-jaga langsung mengamankan situasi sehingga tak terjadi keributan yang lebih besar. Kelima korban hanya menderita memar di beberapa bagian tubuhnya dan empat buah sepeda motor yang dikendarai itu langsung diamankan di Polres Gianyar.
Saat diperiksa mereka mengaku salah jalur.
"Terus terang saya mengira kerumunan massa tersebut adalah teman-teman dari Gapura, sehingga saya santai saja hendak memarkir kendaraan," ujar Adi, salah seorang korban. Dikatakan, dirinya beserta 4 temannya sedikit terlambat, sehingga tidak mengetahui jika teman-temannya berkumpul di lapangan Astina. "Maunya sih kami memotong jalan menuju Gedung DPRD Gianyar," ujarnya. Setelah pemeriksaan dianggap cukup, pihak Polres mengizinkan kelima warga itu pulang, (berita terkait baca halaman 1).
Aksi demo ini ternyata berimbas ke dunia pendidikan. Saking takutnya terhadap kebringasan massa, akhirnya siswa SD 1 dan SD 5 Gianyar yang terletak di depan gedung DPRD dipulangkan pukul 10.00 wita. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebagai dampak dari aksi demo dua kelompok massa itu. Sebelumnya Camat Gianyar, IB Gaga Adisaputra pun mengritik aksi demo ini. "Jika terus terjadi aksi demo, bisa dipastikan kegiatan siswa akan terganggu. Apalagi anak-anak kelas 6 sebentar lagi akan ujian," ujarnya. Menurutnya, pihaknya sudah sering mendapatkan keluhan dari masyarakat, namun sampai kini belum mendapatkan solusi. "Kami sudah mencoba untuk membicarakan masalah ini, namun belum ada keputusan," tegasnya.cip
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
|