Koran Warta Bali - Gubernur dan Dewan Dikawal Rantis | Rabu, 17 Januari 2007
Rabu, 17 Januari 2007
Halaman Depan : UTAMA

Versi Text-Printer  Email Artikel Ini 
[Edisi : Rabu, 9 Juni 2004]

* Eks Transmigran Blokir DPRD
Gubernur dan Dewan Dikawal Rantis


Ratusan Pengungsi eks Timtim asal Bali demo di depan Kantor Dewan, kemarin.

_____Berita Yang Lain_____
  • Mega: Kembalikan Rapelan!
  • Hanya Modal Tekad
  • Rayakan Siwalatri Dengan Abhiseka Linggam
  • Tabrakan Beruntun, Dua Tewas di Tempat
Oleh erv

DENPASAR (WARTA BALI) - Emosi para eks transmigran yang sejak Senin (7/6) lalu menginap di Dewan, - setelah pindah dari lapangan Puputan Margarana Renon - kemarin tampak semakin tak terkendali.
Sejak pagi, para eks transmigran telah mengancam akan merusak gedung DPRD bila Ketua DPRD Bali, IBP. Wesnawa tidak bersedia berdialog. Namun saat Wakil Ketua DPRD Bali, Ketut Gde Yasa, menjelaskan bahwa Wesnawa sedang menggelar rapat gabungan dengan Gubernur Bali dan para stafnya, eks transmigran justru mengancam akan melakukan perusakan bila dalam 2,5 jam Wesnawa tidak menemui mereka.
Meski telah lewat dari ancaman 2,5 jam, emosi massa tampak memuncak tepat pada siang hari.
Sejak pukul 12.20 wita, para eks transmigran mulai bergerak dan mencari semua pintu masuk dan keluar kantor dewan. Ketiga pintu yang ada, diblokir. Uniknya, salah seorang anggota Dewan, Adhi Putra, berhasil keluar dengan berjalan kaki keluar kantor Dewan. Ia kemudian menuju taksi yang tampaknya sudah dipesan sebelumnya.
Setelah beberapa lama menunggu dengan cukup emosi, sekitar pukul 16.30 wita akhirnya rapat gabungan usai. Ketua DPRD Bali sempat menawari untuk berdialog dengan beberapa perwakilan eks transmigran. Namun tawaran itu ditolak, dengan alasan para eks transmigran tidak memiliki perwakilan.
Para eks transmigran yang memblokir pintu keluar Dewan, akhirnya berhasil dikelabui aparat dengan dikumpulkan di halaman gedung Dewan dan diberi pengarahan. Akibatnya, pintu belakang kantor Dewan lolos dari pengamatan mereka. Pada kesempatan itulah para anggota Dewan, Gubernur, serta para staf Pemprop dan DPRD Bali keluar melalui pintu belakang. Gubernur dan Ketua DPRD Bali bahkan keluar kantor Dewan dengan menggunakan mobil rantis. Hanya Wakil Ketua DPRD Bali, Ketut Gde Yasa saja yang menemui eks transmigran dan berdialog bersama.
Dalam dialog tersebut, para eks transmigran akhirnya memberikan penawaran baru. Mereka meminta dana pengganti kekayaan yang ditinggalkan di Timtim sebesar Rp 5 juta. Selain itu, mereka juga meminta DPRD Bali segera mendatangkan pejabat pusat untuk berdialog dengan para eks transmigran. Ketut Gde Yasa hanya berjanji akan membicarakan tawaran Rp 5 juta tersebut, serta mencoba mencari pejabat pusat untuk diajak ke Bali. Dengan janji itu, para eks transmigran akhirnya bersedia meninggalkan kantor Dewan. Beberapa diantara mereka berangkat sendiri, sementara sebagian lainnya diantar aparat. erv
Kirim Artikel ke Email
Alamat Email
Pesan Anda
CARI:

CARI DI WEB:


Tentang WARTABALI.com | Harga Iklan WARTABALI | Set Sebagai Home Page

Keyword e.g. : bali, ubud, bali hotel, etc.



© Hak Cipta 2012 wartabali.com | web oleh Bali Hotel & Bali Villa| hosting oleh abltech.com | Tanaya Bed & Breakfast | Pita Maha
Ke Atas