|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
[Edisi : Senin, 15 Desember 2003]
Tolak Parpol, Kibarkan ‘Bali Love Peace’
* Aksi Demokrasi Damai Masyarakat Umadui
|

Semarak. Pawai pemuda-pemudi banjar Umadui dalam prosesi pengibaran bendera love peace, (14/12) kemarin. (foto: miftahuddin)
|
Oleh mus
DENPASAR (WARTA BALI) -Tanpa bermaksud menolak kehadiran partai politik, sekelompok masyarakat Banjar Umadui Kelurahan Padangsambian Kelod di Bilangan Gunung Soputan Denpasar melakukan aksi ‘demokrasi damai’ dengan mengibarkan bendera ‘peace’ ukuran 8 X 12 meter di tiang setinggi 18 meter.
Sebelumnya, bendera jumbo ini diarak mengelilingi banjar setempat, bersama tiga bendera parpol yang ada di Umadui, yakni PDIP, Golkar, dan PNBK. Mereka yang menamakan diri Gerakan Anak Umadui Soputan (GAUS) melakukan aksinya, Minggu (14/12) kemarin. Diawali dengan persembahyangan bersama di Pos Br. Umadui - depan bendungan Umadui.
Selanjutnya rombongan berseragam hitam dengan pakaian adat ringan tersebut bertolak ke Balai Banjar Umadui, untuk melakukan pawai dengan diiringi gambelan tektekan dari Sekaa Teruna Umadui. Selama perjalanan dibagikan selebaran seruan damai kepada warga yang ditemui. Aksi berakhir di Pos Umadui dengan pengibaran bendera ‘peace’.
Menurut koordinator aksi Nyoman Cupak, aksi damai diikuti sekitar 125 pemuda dan beberapa warga masyarakat Umadui. Kata dia, disamping sebagai langkah awal dalam menyambut Pemilu 2004, aksi dimaksud sebagai seruan damai bagi warga sekitar untuk turut menciptakan suasana yang kondusif menjelang Pemilu 2004. Bendera jumbo itu bergambarkan logo ‘peace’ dengan gambar Pulau Bali sebagai fokus. Bertuliskan ‘Bali Love Peace’ dengan dua burung merpati di sudut atas, dan dikelilingi kain poleng di sepanjang sisi bendera.
“Selama ini kan begitu marak aksi pengibaran bendera parpol, yang sangat berpotensi besar terhadap munculnya berbagai konflik. Untuk itu kami sepakat warga Umadui tidak akan mengibarkan bendera parpol menjelang Pemilu 2004 mendatang,” ujar Nyoman Sudiarta, salah seorang warga Umadui. Untuk itu, kata dia, para elit parpol hendaknya bisa memberi contoh yang baik, bukan menyulut dan membakar masa dalam melakukan kampanye. “Generasi muda sudah bersatu, elit juga harus bersatu,” sergahnya.
Mengenai 3 bendera parpol yang ikut pawai, kata dia, merupakan tiga parpol dominan yang ada di Umadui, dengan sekitar 140 KK yang ada. “Mungkin ada sekretariat parpol lain di Umadui, tapi 3 bendera ini hanya mewakili seluluh parpol yang ada, yang selama ini sangat rawan dengan konflik dan benturan fisik,” imbunya. “Atribut parpol mungkin hanya sebagai pelengkap, yang terpenting adalah suksesnya pelaksanaan Pemilu 2004 mendatang.” mus
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
|