Koran Warta Bali - Tolak Parpol, Kibarkan ‘Bali Love Peace’ | Rabu, 17 Januari 2007
Rabu, 17 Januari 2007
Halaman Depan : UTAMA

Versi Text-Printer  Email Artikel Ini 
[Edisi : Senin, 15 Desember 2003]

Tolak Parpol, Kibarkan ‘Bali Love Peace’
* Aksi Demokrasi Damai Masyarakat Umadui


Semarak. Pawai pemuda-pemudi banjar Umadui dalam prosesi pengibaran bendera love peace, (14/12) kemarin. (foto: miftahuddin)

_____Berita Yang Lain_____
  • Mega: Kembalikan Rapelan!
  • Hanya Modal Tekad
  • Rayakan Siwalatri Dengan Abhiseka Linggam
  • Tabrakan Beruntun, Dua Tewas di Tempat
Oleh mus

DENPASAR (WARTA BALI) -Tanpa bermaksud menolak kehadiran partai politik, sekelompok masyarakat Banjar Umadui Kelurahan Padangsambian Kelod di Bilangan Gunung Soputan Denpasar melakukan aksi ‘demokrasi damai’ dengan mengibarkan bendera ‘peace’ ukuran 8 X 12 meter di tiang setinggi 18 meter.
Sebelumnya, bendera jumbo ini diarak mengelilingi banjar setempat, bersama tiga bendera parpol yang ada di Umadui, yakni PDIP, Golkar, dan PNBK. Mereka yang menamakan diri Gerakan Anak Umadui Soputan (GAUS) melakukan aksinya, Minggu (14/12) kemarin. Diawali dengan persembahyangan bersama di Pos Br. Umadui - depan bendungan Umadui.
Selanjutnya rombongan berseragam hitam dengan pakaian adat ringan tersebut bertolak ke Balai Banjar Umadui, untuk melakukan pawai dengan diiringi gambelan tektekan dari Sekaa Teruna Umadui. Selama perjalanan dibagikan selebaran seruan damai kepada warga yang ditemui. Aksi berakhir di Pos Umadui dengan pengibaran bendera ‘peace’.
Menurut koordinator aksi Nyoman Cupak, aksi damai diikuti sekitar 125 pemuda dan beberapa warga masyarakat Umadui. Kata dia, disamping sebagai langkah awal dalam menyambut Pemilu 2004, aksi dimaksud sebagai seruan damai bagi warga sekitar untuk turut menciptakan suasana yang kondusif menjelang Pemilu 2004. Bendera jumbo itu bergambarkan logo ‘peace’ dengan gambar Pulau Bali sebagai fokus. Bertuliskan ‘Bali Love Peace’ dengan dua burung merpati di sudut atas, dan dikelilingi kain poleng di sepanjang sisi bendera.
“Selama ini kan begitu marak aksi pengibaran bendera parpol, yang sangat berpotensi besar terhadap munculnya berbagai konflik. Untuk itu kami sepakat warga Umadui tidak akan mengibarkan bendera parpol menjelang Pemilu 2004 mendatang,” ujar Nyoman Sudiarta, salah seorang warga Umadui. Untuk itu, kata dia, para elit parpol hendaknya bisa memberi contoh yang baik, bukan menyulut dan membakar masa dalam melakukan kampanye. “Generasi muda sudah bersatu, elit juga harus bersatu,” sergahnya.
Mengenai 3 bendera parpol yang ikut pawai, kata dia, merupakan tiga parpol dominan yang ada di Umadui, dengan sekitar 140 KK yang ada. “Mungkin ada sekretariat parpol lain di Umadui, tapi 3 bendera ini hanya mewakili seluluh parpol yang ada, yang selama ini sangat rawan dengan konflik dan benturan fisik,” imbunya. “Atribut parpol mungkin hanya sebagai pelengkap, yang terpenting adalah suksesnya pelaksanaan Pemilu 2004 mendatang.” mus
Kirim Artikel ke Email
Alamat Email
Pesan Anda
CARI:

CARI DI WEB:


Tentang WARTABALI.com | Harga Iklan WARTABALI | Set Sebagai Home Page

Keyword e.g. : bali, ubud, bali hotel, etc.



© Hak Cipta 2012 wartabali.com | web oleh Bali Hotel & Bali Villa| hosting oleh abltech.com | Tanaya Bed & Breakfast | Pita Maha
Ke Atas